MENYIASATI HARGA BAHAN PANGAN YANG MELONJAK NAIK

 MENYIASATI HARGA BAHAN PANGAN YANG MELONJAK NAIK

Naik turunnya harga barang (baik barang makanan maupun non makanan) setiap bulannya dicatat oleh pemerintah, dalam hal ini pencatatan (pendataan) harga barang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik) selaku lembaga penyelenggara perstatistikan di Indonesia. Bila harga barang turun, maka disebut dengan deflasi, sedangkan bila harga barang naik disebut dengan inflasi.

Di dunia pemasaran, harga barang selalu bersaing antara produsen (pemilik produk) yang satu dengan produsen lainnya yang memproduksi barang sejenis, mereka menawarkan harga barang kepada konsumen dengan tingkat harga yang pantas sesuai dengan tingkat biaya produksi, margin, dan kualitas barang yang mereka jual, dengan mendapatkan keuntungan yang pantas bagi mereka. Setiap saat harga barang (makanan dan non makanan) inilah yang selalu “berperang” di market place.

Khusus barang makanan, fluktuasi (naik turunnya) harga pangan (bukan pakan) di pasar telah menjadi masalah yang rutin yang telah pernah terjadi sebelumnya, kenaikan harga pangan ini menjadi pemicu munculnya musuh ekonomi yaitu inflasi. Pergerakan naik turunnya harga pangan ini ada dua jenis yaitu:

1. Harga pangan yang dapat  dikendalikan

2. Harga pangan yang tidak dapat dikendalikan.

Harga pangan yang dapat dikendalikan biasanya diatur dengan regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Sedangkan harga pangan yang tidak dapat dikendalikan atau yang tidak lazim atau yang memiliki anomali harga biasanya terjadi ketika harga BBM turun dan harga pangan dunia turun, malah harga pangan di negeri sendiri menaik. Anomali kenaikan harga pangan ini disebabkan oleh:

1. Ditemukannya oligopoli bahkan monopoli pasar.

2. Para spekulan yang memonopoli harga.

3. Kurangnya stok cadangan (simpanan) pangan 

4. Rantai pendistribusian pangan yang sangat panjang dan berbelit-belit.

Untuk mengatasinya baik pemerintah maupun wakil rakyat dalam hal ini DPR perlu mendorong pemerintah untuk melakukan tindakan nyata dan masuk ke tataran teknis dalam membenahi logistik, rantai pendistribusian yang panjang, dan berbagai pungutan liar yang terdapat di sepanjang rantai distribusi tersebut.

Kenaikan harga pangan khususnya bahan makanan pokok sangat mempengaruhi tingkat daya beli masyarakat. Misalnya harga beras dikatakan naik, padahal Indonesia surplus beras, petani Indonesia dikatakan berhasil memproduksi padi (beras) dalam jumlah yang besar, padahal kenapa Indonesia masih mengimpor beras dari negara lain?, ketergantungan akan pasokan pangan impor ini akan menyebabkan melemahnya kurs (nilai tukar) rupiah terhadap mata uang dollar Amerika, yang giliran akhirnya akan berdampak pada menaiknya harga pangan.

Ujung-ujungnya hal ini akan menimbulkan tanda tanya besar, kemana perginya si “dewi sri’ (beras) itu?, masak sih pemerintah tega membiarkan banyak rakyatnya menderita kelaparan, hanya demi memberi bantuan pangan (terutama beras) ke Palestina yang lagi sedang kacau balau perang. Memang memberi adalah perbuatan amal baik jika dilakukan dengan benar, jika merasa terberkati dalam hidup dan telah punya lebih, barulah bisa memberi bantuan ke orang lain. Bukan dalam masih kekurangan dianjurkan untuk memberi bantuan.

Perekonomian Indonesia didasarkan atas ekonomi rakyat demokrasi, bentuk pasar pangan Indonesia adalah berbentuk persaingan sempurna, tapi kenapa malah jadi  persaingan tidak sempurna, apakah ada spekulan yang memonopoli harga, menadah dan menimbun barang pangan sehingga menyebabkan harga pangan menaik?. Disamping itu tentulah pasti ada faktor faktor lain yang menyebabkan harga pangan tidak lagi dapat terjangkau masyarakat karena rendahnya daya beli masyarakat.

Harga suatu barang di market place ditentukan oleh permintaan dan penawaran pasar berdasarkan kesepakatan antara pembeli dengan penjual. Kesepakatan harga yang tercapai antara pembeli dan penjual inilah disebut sebagai harga pasar. Pada harga pasar tersebut jumlah barang yang ditawarkan sama dengan jumlah barang yang diminta. Sehingga harga ini disebut juga dengan harga keseimbangan (ekuilibrium) (Sugiarto, 2007; 34).  

Semakin banyak permintaan akan barang oleh pembeli, maka akan semakin meningkat harga barang tersebut. Lalu semakin banyak penawaran akan barang yang akan dijual oleh si penjual, maka akan menurun  harga barang tersebut.

Bagaimana mungkin seorang pengusaha dapat berproduksi jika ia tidak mampu membeli barang (makanan atau non makanan) yang ia butuhkan untuk proses produksi dalam usahanya, sebab pengusaha selaku pembeli akan membeli suatu barang (makanan atau non makanan) untuk ia gunakan dalam proses produksi di usaha yang digelutinya, atau digunakan untuk dikonsumsinya langsung.

Memang untuk komoditas pangan (produk pertanian), pembentukan harga kesepakatan terjadi lebih dipengaruhi oleh sisi penawaran (penjual) karena sisi permintaan (pembeli) cenderung stabil mengikuti perkembangan trennya. Dari sisi penawaran (penjual) pada dasarnya ada dua faktor yang sangat berpengaruh terhadap pembentukan harga komoditas pangan, yaitu:

1. Faktor produksi / hasil panen (harvest disturbance)

2. Perilaku penyimpanan (storage/inventory behavior).

Akan tetapi ada juga pendapat lain yang berpendapat bahwa penentuan harga adalah kondisi permintaan, atau sisi konsumen, yaitu berdasarkan kepuasan marginal (marginal utility) pengonsumsi satu unit barang terakhir yang ia beli.


Bagaimana jika kestabilan harga pangan tidak dapat dikendalikan atau dijaga dengan baik, pasti ini akan menyebabkan tertekannya penduduk dan menaiknya angka kemiskinan masyarakat, 

Biasanya di bulan desember memasuki hari “Natal” hingga tahun baru adalah indikator “kekayaan”  tapi malah di bulan ini sering terjadi lonjakan harga pangan, yang membuat perlahan-lahan masyarakat ke arah “kemiskinan”. Lonjakan harga ini terjadi karena kurangnya pasokan pangan di negeri sendiri. Hal ini merupakan tanggung jawab kita semua untuk menanggulanginya, karena ini akan berdampak pada tidak hanya dirasakan oleh pasar bahan pangan, penjual dan pembeli, akan tetapi juga akan berdampak  pada kondisi sosial dan keamanan. Dengan demikian juga akan berdampak pada buruknya relasi/hubungan antar masyarakat. 


Selain hal di atas, faktor panjangnya pendistribusian bahan pangan, efisiensi proses distribusi yang sangat rendah, dan rintangan di sepanjang  pendistribusian  juga merupakan penyebab menaiknya harga pangan. Di setiap langkah pendistribusian kerap kali ada para spekulan yang melakukan “kesepakatan gelap” dalam berbisnis, mereka menerapkan trik licik monopoli terhadap suatu produk guna menaikkan harga produk tersebut di pasar. Praktek monopoli ini jelas-jelas salah dan dilarang, seakan akan mereka sebagai penguasa yang menentukan mekanisme pasar,  produk tertentu misalnya bahan pangan seakan akan mereka privatisasi, tentu ini pelanggaran dan tidak sesuai dengan peraturan / perundang-undangan yang berlaku. Privatisasi ini berdampak serius terhadap dikuasainya sektor pangan secara monopoli atau oligopoli (kartel) oleh para spekulan seperti yang sudah pernah terjadi sebelumnya. Akibatnya, negara dikooptasi menjadi pengikut perdagangan bebas. Negara pun melakukan upaya liberalisasi terhadap hal yang seharusnya merupakan state obligation terhadap rakyat.


Upaya menyiasati kenaikan harga pangan

Untuk mengatasi masalah lonjakan harga bahan pangan yang tidak menentu ini, kita harus bijak melakukan pengeluaran (mengelola keuangan) dengan baik dengan membelanjakan uang akan makanan adalah merupakan hal yang terutama dalam pengeluaran konsumsi, seperti kata Firman Tuhan dalam kitab Yesaya 55:2.

 Yesaya 55:2 (TB)  Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.

Kemudian bersikap hemat, tidak berhutang kalau tidak terpaksa, tetapi mencukupkan apa yang ada pada kita agar tidak bersikap boros dan tidak terlilit utang.

Ibrani 13:5 (TB)  Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."


Pada konteks pangan terutama bahan makanan pokok, bergizi atau tidak bergizinya makanan bukan terletak pada mahalnya harga pangan tersebut, tetapi justru harga pangan yang lebih murahlah yang harus kita pilih untuk dikonsumsi. Resep MMAG telah membuat Hypothesis bahwa Produk makanan/minuman hasil resep MMAG adalah lebih berkualitas gizi nutrisinya, namun biayanya lebih murah (ekonomis) bila dibandingkan dengan produk makanan/minuman sejenis dari produk biasa yang punya orang/produsen lain. Hypothesis ini ada benarnya dan dapat diterima dengan tingkat kepercayaan besar yang signifikan.

Berikut diberikan ilustrasinya pada gambar di bawah ini:



Rahasia Gizi Tinggi dengan Modal Hemat — Resep MMAG Ungkap Triknya!, siapa bilang gizi tinggi itu mahal? Dengan kombinasi cerdas bahan makanan  dari kategori minyak (oil or fats), makanan (foodstuff), air (water or liquid), dan garam (salt compounds), maka Anda bisa menciptakan menu makanan sehat, hemat, dan lezat — hanya dengan prinsip MMAG {(Minyak + Makanan) + (Air + Garam)}. 

Dalam satu masakan, empat unsur kehidupan: minyak, makanan, air, dan garam ada mengandung filosofi hidup, di saat minyak memeluk air dengan emulsifier kuning telur atau jenis pengemulsi lainnya, garam menyeimbangkan rasa, dan bahan makanan menyatu, terciptalah harmoni yang menyembuhkan penyakit dan menyehatkan tubuh.

Dalam Resep MMAG, masakan sorgawi dari dapur sederhana ini, menghasilkan aroma harum, rasa dan tekstur hasil masakan yang lezat dan lembut berpadu dalam seni memasak MMAG. Inilah surga sederhana versi MMAG – karena rahmat bisa saja datang dari wajan dapur.

Menu makanan hasil dari Resep MMAG bukan lagi rahasia, resep MMAG yakin setiap makanan bukan cuma mengeyangkan perut, tapi menyeimbangkan tubuh dan jiwa. Menunya nyata lezat di lidah, tenang di pikiran, dan menyenangkan  hati. Resep MMAG ini bukan cuma sekedar  makanan, tapi meditasi dalam wajan panas.

Resep MMAG bukan sekedar resep, tapi energi hidup di piring Anda. Rahasia MMAG ada pada keseimbangan antara minyak (oil or fats) yang murni, garam (salt compounds) yang suci, makanan  (foodstuff) yang membawa kehidupan, dan air (water or liquid) yang mengalirkan kehidupan. Setiap suapan menghidupkan semangat baru dalam tubuh Anda.

Resep MMAG cuma pakai bahan dapur biasa saja, bahan bahan resepnya simpel, tapi coba lihat hasil akhirnya: lembut, harum, dan penuh rasa hidup. MMAG mengubah masakan sederhana jadi karya menu bernilai gizi tinggi.

Biaya bahan-bahan resep MMAG adalah murah (ekonomis), tapi rasa menu mewah, super lezat, yang bikin orang lain tak percaya. Rahasianya bukan di bahan bumbu instan, tapi di keseimbangan minyak dan garam dalam masakan yang diolah, inilah ciri khas Resep MMAG. Rahasia menu sehat, rasa yang kaya, super lezat, yang tidak kalah dengan menu masakan hotel bintang lima. Siapa sangka… masakan resep MMAG bisa tampil berkelas! rahasianya ada di MMAG — Minyak, Makanan, Air, Garam. Resep MMAG bukan cuma olahan masakan, tapi kombinasi rasa, energi, dan keseimbangan tubuh.

Awalnya cuma pakai bahan dapur biasa saja, kamu pikir ini masakan biasa saja?, lihatlah sampai akhir. Awalnya pakai bahan-bahan biasa saja, tapi begitu dimasak ala MMAG, warnanya berubah, aromanya hidup, dan rasanya… bikin tak bisa berhenti makan. Kamu harus coba sendiri.


Pada masa akhir tahun menjelang tahun baru berikutnya, biasanya terjadi fenomena kenaikan harga barang terutama harga pangan (bahan makanan dan makanan jadi) seperti yang telah pernah terjadi ditahun tahun  sebelumnya. 

Untuk mengatasi harga pangan yang melonjak naik, kita harus berkomitmen realistis untuk bijak meningkatkan upaya-upaya praktis dalam membuat menu atau olahan produk makanan/minuman dengan biaya yang semurah mungkin (ekonomis). Dalam menjaga daya beli masyarakat, maka upaya yang bisa dilakukan adalah jangan hiraukan omongan orang lain atau apa yang tetangga bisa punya lebih, jangan ikut-ikutan bila keuangan Anda pas-pasan, seboleh mungkin upayakan tidak meminjam sesuatu apa pun dari orang/pihak lain bila tidak untuk keperluan yang sangat penting dan mendesak. Tirulah orang bangsa Israel sendiri yang tidak pernah meminjam dari orang lain, bahkan merekalah yang memberi pinjaman bagi orang lain, mereka memiutangi orang lain, dan bahkan tidak mengharapkan balasan atau untuk dikembalikan.

Ulangan 28:12

TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman.

Lukas 6:35

Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.

Orang yang memberi pinjaman (pemiutang) adalah kepala, sedangkan orang yang meminjam (pengutang) adalah ekor. Carilah berkat dan rezeki yang dari Tuhan, bekerja keras dengan baik dan jujur, bijak dalam mengelola uang, tidak suka gali lobang tutup lobang demi mendapatkan pinjaman, maka Tuhan akan memberkati Anda, sehingga Anda dapat memberi pinjaman kepada orang lain, Anda akan menjadi kepala, bukan ekor.

Ulangan 15:6

Apabila TUHAN, Allahmu, memberkati engkau, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, maka engkau akan memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak akan meminta pinjaman; engkau akan menguasai banyak bangsa, tetapi mereka tidak akan menguasai engkau.


Selanjutnya dalam hal menyimpan (stok cadangan) bahan pangan, upayakan membeli bahan-bahan makanan yang daya tahannya cukup lama untuk disimpan, sehingga dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama tetapi tidak membusuk. Bijaklah memilih atau membeli bahan-bahan makanan yang tidak mudah membusuk, daya tahan lama, sehingga masih dapat digunakan kelak dikemudian hari, bila stok (simpanan) bahan pangan di rumah tidak lagi mencukupi, maka meminjam bukanlah hal yang tabu untuk dilakukan.

Selain itu, ketersediaan simpanan/stok cadangan bahan pangan juga perlu diperhatikan untuk menghindari kenaikan harga pangan yang drastis ketika terjadi penurunan pasokan. 

Sebuah rumah tangga yang memiliki stok cadangan bahan makanan yang relatif tinggi di dalam rumah, maka ketahanan pangan rumah tangga tersebut adalah tinggi, sebab dalam penyerapan bahan pangan bagi rumah tangga memerlukan penyediaan (stok), keterjangkauan, dan kualitas bahan pangan tersebut. Dengan demikian harga bahan pangan yang dibeli dapat terkendali dan terjaga dalam rentang kemampuan daya beli.

Dalam penyerapan bahan pangan, harga bahan pangan akan dapat disesuaikan dengan komitmen pribadi masing-masing, kemudian harus bisa meningkatkan kapasitas penyimpanan.

Rumah tangga tidak hanya sebagai konsumen belaka saja, namun rumah tangga sebisa mungkin memiliki perilaku sebagai produsen yang dapat memproduksi suatu produk sebagai hasil dari industri rumah tangga atau “home made” yang dapat berguna bagi banyak orang, dan peningkatan produksi “home made” atau industri rumah tangga ini dapat dilakukan dengan menjalankan pembaruan inovasi dan kreatifitas, serta mengembangkan usaha yang ramah lingkungan (ekologis) untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Selanjutnya, untuk menangani orang berniat jahat misalnya  spekulan, situasi aman oleh peran petugas keamanan perlu ditingkatkan. Hal ini untuk menemukan kepastian rumah tangga yang menjadi korban kejahatan yang merupakan salah satu dalang dari ketidak mampuan rumah tangga lagi untuk punya daya beli tinggi disaat kenaikan harga bahan pangan terjadi.


Comments

Popular posts from this blog

Coconut milk sweet potato pudding

Stir-fried Tofu, Potato, and Mustard Greens

PURPLE SWEET SWEET COCONUT MILK RICE WITH CHANGING COLOR, NO FOOD COLORING